KONSELING LANSIA: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOSOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.71055/jtr.v12i1.258Keywords:
konseling lansia, kesejahteraan psikososial, Cognitive Behavioral Therapy, reminiscence therapy, dukungan sosialAbstract
Konseling lansia merupakan intervensi psikososial penting dalam membantu individu lanjut usia menghadapi perubahan kehidupan terkait penuaan, seperti penurunan fungsi fisik, perubahan peran sosial, kehilangan, kesepian, serta persoalan psikologis berupa depresi dan kecemasan. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, pendekatan, teknik, efektivitas, serta tantangan konseling lansia melalui pendekatan holistik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif dengan menelaah buku, artikel ilmiah, systematic review, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan konseling dan kesehatan mental lansia. Kajian memusatkan perhatian pada Cognitive Behavioral Therapy (CBT), reminiscence therapy, dukungan sosial, life mapping, pelatihan keterampilan sosial, mindfulness, serta prinsip pelayanan yang berpusat pada individu. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi psikologis dapat membantu menurunkan gejala depresi dan memperkuat kesejahteraan psikososial, tetapi efektivitasnya perlu dipahami secara proporsional karena kualitas bukti berbeda menurut jenis intervensi, konteks layanan, dan karakteristik lansia. Konseling yang efektif karena itu perlu bersifat adaptif, berorientasi pada martabat, memperhatikan relasi sosial, dan terintegrasi dengan kebutuhan kesehatan serta dukungan keluarga dan komunitas. Dengan pendekatan demikian, lansia dipandang bukan sekadar penerima perawatan, tetapi sebagai pribadi yang tetap memiliki nilai, pengalaman, pilihan, dan kapasitas untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






