PERAN PEMIMPIN: KAJIAN TEOLOGIS BERDASARKAN 2 SAMUEL 10:1-19
DOI:
https://doi.org/10.71055/jtr.v12i1.257Keywords:
kepemimpinan teologis, diplomasi, tanggung jawab pemimpinAbstract
Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan Raja Daud dalam menghadapi krisis diplomatik dan eskalasi konflik militer sebagaimana dinarasikan dalam 2 Samuel 10:1-19. Perikop ini memperlihatkan perubahan situasi dari tindakan belasungkawa yang dimaksudkan untuk memelihara hubungan baik menjadi konflik terbuka akibat kecurigaan dan penghinaan terhadap para utusan Israel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis teologis-hermeneutis terhadap teks. Analisis diarahkan pada konteks naratif, tindakan para tokoh, dinamika konflik, serta prinsip kepemimpinan yang muncul dari respons Daud. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Daud dalam perikop ini ditandai oleh empat karakter penting, yaitu kemampuan menahan respons impulsif, perhatian terhadap martabat orang yang dipimpinnya, keberanian mengambil keputusan ketika ancaman berkembang menjadi konflik terbuka, serta kemampuan mengorganisasi sumber daya melalui delegasi dan strategi. Narasi juga menunjukkan bahwa tindakan pemimpin tidak dapat dilepaskan dari relasi antara keputusan politik, tanggung jawab moral, dan keyakinan akan penyertaan Allah. Karena itu, 2 Samuel 10:1-19 dapat dibaca sebagai refleksi teologis mengenai kepemimpinan yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mempertimbangkan kehormatan, tanggung jawab, ketertiban, dan kesejahteraan komunitas. Prinsip-prinsip tersebut relevan bagi kepemimpinan Kristen masa kini, terutama dalam menghadapi provokasi, konflik internal maupun eksternal, dan kebutuhan untuk mengambil keputusan secara bijaksana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






