KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP KETIDAKSALAHAN KITAB SUCI: INSPIRASI, OTORITAS, INERRANCY, INFALLIBILITY, DAN HERMENEUTIKA KONTEMPORER
DOI:
https://doi.org/10.71055/jtr.v12i1.254Keywords:
Alkitab, otoritas Kitab Suci, inerrancy, infallibility, hermeneutika, kritik historisAbstract
Perdebatan mengenai apakah Alkitab dapat mengandung kesalahan merupakan salah satu persoalan penting dalam teologi Kristen kontemporer karena berkaitan langsung dengan otoritas Kitab Suci, keandalan kesaksian iman, dan praktik penafsiran gereja. Artikel ini merevisi dan memperluas kajian sebelumnya dengan menempatkan doktrin ketidaksalahan Kitab Suci dalam hubungan yang lebih sistematis antara inspirasi, otoritas, inerrancy, infallibility, kritik historis, kritik tekstual, dan hermeneutika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Sumber utama penelitian adalah Kitab Suci, sedangkan sumber sekunder meliputi buku teologi dan hermeneutika serta artikel akademik mutakhir dalam rentang 2016–2022. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan teologis-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa persoalan “kesalahan Alkitab” tidak dapat dijawab hanya dengan menunjuk adanya perbedaan angka, urutan peristiwa, atau variasi narasi. Pertanyaan tersebut harus terlebih dahulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan teks Alkitab, apa yang dimaksud dengan kebenaran, dan apa tujuan pewahyuan. Doktrin inerrancy menegaskan keandalan Kitab Suci dalam apa yang dinyatakannya, sedangkan infallibility menekankan bahwa Kitab Suci tidak gagal dalam maksud ilahinya, khususnya dalam menyatakan kebenaran iman dan keselamatan. Di sisi lain, hermeneutika yang bertanggung jawab menuntut perhatian pada konteks historis, genre, bahasa, konteks literer, dan tujuan teologis teks. Karena itu, ketidaksalahan Kitab Suci tidak boleh dipertahankan melalui penafsiran yang memaksakan harmonisasi, tetapi melalui pembacaan yang serius terhadap teks sebagaimana adanya. Artikel ini menawarkan kerangka integratif bahwa otoritas Kitab Suci dan tanggung jawab hermeneutis bukan dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






